Muslim Nahdlatul Ulama (NU) Intellectuals and the Environment: Ulil Abshar Abdalla’s Critique of the ‘Wahabi Lingkungan’ Thought
DOI:
https://doi.org/10.63875/nahnu.v3i2.129Keywords:
Muslim NU intellectuals,, Ulil Abshar Abdalla,, Wahabi Lingkungan,Abstract
This study analyzes Ulil Absha Abdallah's ideas on environmental moderation and critiques the less contextual “Wahabi Lingkungan” approach. Employing a qualitative method with netnography design, the research draws on digital data to explore social, cultural, and ideological phenomena. Results reveal that Ulil's critique, as an NU thinker, targets "Wahabi Lingkungan," denoting radical activism that rejects all resource extraction—particularly mining—without weighing the social and economic gains. He dismisses dogmatic, alarmist environmental rhetoric, advocating wasathiyah (moderation) to harmonize conservation with sustainable resource utilization via rational, context-sensitive fiqh (Islamic jurisprudence). His stance provokes debate among activists, who view the label as derogatory and dismissive of ecosystem harm. Ulil's perspective embodies the pursuit of balance between environmental protection and economic growth among NU intellectuals in Indonesia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Ulil Abshar Abdallah tentang moderasi dalam isu lingkungan serta mengkritik pendekatan “Wahabisme Lingkungan” yang dianggap kurang kontekstual. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan desain etnografi digital (netnografi), yang memanfaatkan data ruang digital untuk memahami fenomena sosial, budaya, dan ideologis. Temuan menunjukkan bahwa pemikiran Ulil sebagai intelektual NU mengkritik “Wahabisme Lingkungan,” istilah untuk aktivisme lingkungan radikal yang menolak segala eksploitasi sumber daya, terutama menentang pertambangan tanpa mempertimbangkan manfaat sosial-ekonomi. Ulil menolak narasi lingkungan dogmatis, lalu mengusulkan konsep wasathiyah (moderasi) dengan menyeimbangkan konservasi dan pemanfaatan sumber daya berkelanjutan melalui fikih rasional-kontekstual. Kritiknya memicu perdebatan dengan aktivis lingkungan yang menganggap istilah itu menghina dan menyangkal kerusakan ekosistem. Pemikirannya mencerminkan posisi intelektual NU yang mencari jalan tengah antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi di Indonesia.
References
Abror, Mhd. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.” RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 137–48. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174.
Ade Noviani and Sri Wijayanti. “Instagram Sebagai Medium Pesan Komunitas Ibu Tunggal Di Indonesia (Studi Netnografi Di Akun Instagram @singlemomsindonesia).” Jurnal Netnografi Komunikasi 1, no. 1 (2022): 1–13. https://doi.org/10.59408/netnografi.v1i1.1.
Afi, Kristian E.Y.M., Maglon Ferdinand Banamtuan, Doni Ariani Leowandri Liu, Deviana Sibulo, and Fidelia Marhsa Sodak. “Penguatan Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Menengah Teologi Kristen.” EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN 6, no. 4 (2024): 2847–58. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.6918.
Alatas, Ismail Fajrie, Muhammad As’ad, and Fathurrochman Karyadi. “Sejarah Hubungan Habaib Dan Nahdlatul Ulama (NU).” Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society 2, no. 2 (2022): 86–101.
Alfizahrin, Nindi, Thalhah Thalhah, and Roswati Nurdin. “Feminisme Dalam Islam Menurut Pandangan Tokoh Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Di Kota Ambon.” AL-MUQARANAH 1, no. 1 (n.d.): 2022.
Almutawallid, Almutawallid, Salahuddin Sopu, and Indo Santalia. “Etika Kepada Tuhan, Manusia, Dan Lingkungan Perspektif Filsafat Etika Islam.” Jurnal Filsafat Indonesia 7, no. 1 (2024): 103–9. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i1.65290.
Amrulloh, Muhamad Wildan Arif. Wahabi Lingkungan: Antara Sinisme, Distorsi, Dan Etika Islam Atas Bumi. 2025. https://www.dakwah.id/wahabi-lingkungan-antara-sinisme-distorsi-dan-etika-islam/.
Anggraini, Reni Dian, and Ratu Vina Rohmatika. “Konsep Ekosufisme: Harmoni Tuhan, Alam Dan Manusia Dalam Pandangan Seyyed Hossein Nasr.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 16, no. 2 (2022): 1–30. https://doi.org/10.24042/ajsla.v16i2.9971.
Assya’bani, Ridhatullah, and Ahmad Syadzali. “Pandangan Ulama Balangan Tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam Batubara Di Balangan Dalam Perspektif Eko-Sufisme.” Jurnal Studia Insania 2, no. 1 (2014): 59. https://doi.org/10.18592/jsi.v2i1.1092.
Chandra, Wahyu. Sesat Pikir “Wahabi Lingkungan” Ulil. 2025. https://matakita.co/2025/06/24/sesat-pikir-wahabi-lingkungan-ulil/.
CNN Indonesia. Cak Imin Sindir Istilah Wahabi Lingkungan: Krisis Iklim Mengerikan. 2025. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250712195812-32-1249982/cak-imin-sindir-istilah-wahabi-lingkungan-krisis-iklim-mengerikan.
Didi Suheri. “Politik Patronase Dalam Pemberian Izin Tambang Kepada Ormas Nahdlatul Ulama.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora 5, no. 2 (2025): 1822–28. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1393.
Fahmy, Faridlatun, Irwani Irwani, and Muhammad Yusuf. “Peran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di Kementerian Agama Kabupaten Lamandau.” Asia-Pacific Journal of Public Policy 11, no. 1 (2025). https://doi.org/10.52137/apjpp.v11i1.268.
Fauzanto, Adi. “Peran Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Dalam Problematika Kerusakan Lingkungan Hidup Di Indonesia.” MOMENTUM : Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 9, no. 1 (2020). https://ejournal.stiblambangan.ac.id/index.php/momentum/article/view/22.
Fernando, Dito, Fajar Kurniawan, and Muhammad Iqbal Birsyada. “The Role Of Nahdlatul Ulama In Realizing The Independence Of The United State Of The Republic Of Indonesia.” Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora) 7, no. 2 (2023): 567–74. https://doi.org/10.36526/santhet.v7i2.2770.
Fikri, Ibnu. Ulil Abshar Dan Wahabi Lingkungan: Rasionalisasi Atau Pembenaran Tambang? 2025. https://theconversation.com/ulil-abshar-dan-wahabi-lingkungan-rasionalisasi-atau-pembenaran-tambang-259000.
Fitrotunnisa, Ana, and Shinta Prasetyawati. “Pandangan Filsafat Pendidikan Tentang Manusia, Masyarakat Dan Lingkungan.” Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) 1, no. 1 (2023). https://doi.org/10.61930/jsii.v1i1.197.
Fuad, A. Jauhar. “Akar Sejarah Moderasi Islam Pada Nahdlatul Ulama.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 31, no. 1 (2020): 153–68. https://doi.org/10.33367/tribakti.v31i1.991.
Fuadi, Moh Ashif. “Tradisi Pemikiran Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama.” Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman 21, no. 1 (2022): 12. https://doi.org/10.24014/af.v21i1.16692.
Gatra, Sandro. Interupsi Untuk Pertambangan: Pembangunanisme Vs Wahabi Lingkungan. 2025. https://lestari.kompas.com/read/2025/06/19/064500986/interupsi-untuk-pertambangan--pembangunanisme-vs-wahabi-lingkungan-?page=all.
Hikmah, Durotul. Perihal ‘Wahabi Lingkungan’, Ferry Irwandi: Gus Ulil Ini Terjebak Dikotomi Palsu. 2025. https://www.bisnisbandung.com/nasional/39815392507/perihal-wahabi-lingkungan-ferry-irwandi-gus-ulil-ini-terjebak-dikotomi-palsu?page=2.
Huda, M.Khoirul. “Kontribusi Komunitas Nu Dalam Isu Kelestarian Lingkungan Hidup Di Indonesia.” Jurnal Dialektika Politik 7, no. 2 (2025): 170–86. https://doi.org/doi.org/10.37949/jdp.
Juhari, Andi Rezal, Fatmawati Hilal, and Lomba Sultan. “Fiqih Dan Politik Ekologi: Studi Komparatif Pendekatan Muhammadiyah Dan Nahdhatul Ulama Terhadap Krisis LingkungaN.” Jurnal Tahqiqa : Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 19, no. 2 (2025). https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v19i2.343.
Kerwanto, Kerwanto, and Muhammd Furqan Alfaruqiy. “Sejarah Dan Transformasi Pemikiran Wahabi: Pengaruh Dan Relevansinya Dalam Dunia Islam Kontemporer.” Jurnal Studi Islam Dan Sosial 8, no. 1 (2025). https://doi.org/10.61941/iklila.v8i1.322.
Krisnana, Krisnana. Wahabi Lingkungan – Membedah Kekeliruan Logika Cuitan Ulil Abshar Abdalla. 2025. https://goresanilmu.com/2025/06/18/wahabi-lingkungan-membedah-kekeliruan-logika-cuitan-ulil-abshar-abdalla/.
Lesmana, Agung Sandy. Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir. 2025. https://www.suara.com/news/2025/06/21/092833/aktivis-penolak-tambang-raja-ampat-dicap-wahabi-ferry-irwandi-skakmat-gus-ulil-sesat-pikir.
Maghfiroh, Hijroatul. Sejarah Panjang NU Dan 4 Prinsip Relevan Membaca Masalah Krisis Ekologi. 2025. https://islami.co/sejarah-panjang-nu-dan-4-prinsip-relevan-membaca-masalah-krisis-ekologi/.
Maulidi, Achmad Risky Arwani. Savic Ali Ungkap Bahaya Gagasan Konservatisme Wahabi Dan Ajak Pegiat Medsos Sajikan Konten Moderat. 2025. https://nu.or.id/nasional/savic-ali-ungkap-bahaya-wahabi-dan-ajak-pegiat-medsos-sajikan-konten-moderat-EtxDD.
Miranti, Miranti. Ironi: Aktivis Lingkungan Dicap Wahabi Lingkungan Sementara Kerusakan Lingkungan Merajalela. 2025. https://mubadalah.id/ironi-aktivis-lingkungan-dicap-wahabi-lingkungan-sementara-kerusakan-lingkungan-merajalela/.
Muhammadun, Muhammadun. NU Dan Tantangan Krisis Lingkungan. 2025. https://news.detik.com/kolom/d-3843168/nu-dan-tantangan-krisis-lingkungan.
Muqoffi, Muqoffi, Ainun Nafila, Zainal Abidin, and Abd Hafid. “Menelisik Faham Wahabi Dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Studi Pendidikan Islam 1, no. 1 (2025).
Mutaali, Luthfi. Wahabi Lingkungan. 2025. https://www.kompasiana.com/luthfimutaali4996/684a009ced64154882412542/wahabi-lingkungan.
Nugroho, Yusra R. Wahabi Lingkungan: Ketika Gus Ulil Menumpulkan Kontra-Wahabisme”,. 2025. https://www.harakatuna.com/wahabi-lingkungan-ketika-gus-ulil-menumpulkan-kontra-wahabisme.html.
Nurdin, Mega Asrina, and Yulius G. Pangkung. “Mine Drainage System At Pt Gag Nikel Raja Ampat Regency West Papua Province: Sistem Penyaliran Tambang Pada Pt Gag Nikel Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua BARAT.” INTAN Jurnal Penelitian Tambang 3, no. 2 (2022): 161–66. https://doi.org/10.56139/intan.v3i2.71.
Nurhakim, Amien. Sejumlah Keputusan NU Untuk Melindungi Alam”. 2025. https://banten.nu.or.id/keislaman/sejumlah-keputusan-nu-untuk-melindungi-alam-Tt1qD.
Nurhidayah, Nurhidayah, Andika Putra, Dion Pratama Putra, and Mursyidatul Fadhliah. “Moderasi Beragama Perspektif Pluralisme Abdurahman Wahid (Gus Dur).” Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin 2, no. 2 (2022). https://doi.org/10.15575/jpiu.15577.
Pandapotan, Thomas Bosco. Gus Ulil Beri Penjelasan Soal Wahabi Lingkungan Yang Jadi Perbincangan. 2025. https://kumparan.com/kumparannews/gus-ulil-beri-penjelasan-soal-wahabi-lingkungan-yang-jadi-perbincangan-25K8Nw96lIT/full.
Priyowidodo, Gatut. Monograf Netnografi Komunikasi: Aplikasi Pada Tiga Riset Lapangan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers, 2022.
Putra, Donyarto Yori. “Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Yang Terdampak Pertambangan Nikel Di Pulau Gag Raja Ampat.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 6, no. 2 (2025). https://doi.org/10.55357/is.v6i2.951.
Rakhman, Akhmad Syaekhu. “Dinamika Perkembangan Politik Nahdatul Ulama Pasca Khittah Tahun 1984-1999.” Heuristik: Jurnal Pendidikan Sejarah 1, no. 1 (2021): 8–17.
Sadono, Soni. “Nasionalisme Dan Tasamuh – Suatu Tinjauan Ulama Tanah Sunda Abah Anom.” SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i 8, no. 3 (2021): 769–76. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i3.20750.
Saprillah, Saprillah. Wahabisme Lingkungan: Retorika, Kekuasaan, Dan Krisis Ekologi. 2025. https://blamakassar.web.id/artikel/wahabisme-lingkungan-retorika-kekuasaan-dan-krisis-ekologi.
Ulum, Miftahul, and Abd Wahid. “Fikih Organisasi (Reaktualisasi Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Di Indonesia).” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 2 (2019): 54–75. https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v5i2.161.
Widianingsih, Luky Patricia, and Cliff Kohardinata. “Literasi Keuangan Dari Drama Korea: Studi Netnografi Atas Konstruksi Nilai.” Journal of Education Researc 5, no. 1 (2024). https://doi.org/10.37985/jer.v5i1.844.
Yaakop, Rizal, and Asmady Idris. “Belief System of Wahabi Doctrine in the Kingdom of Saudi Arabia.” INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, 2, no. 2 (2017): 123–36.
Yaputra, Hendrik. Kata Ketum PBNU Soal Wahabi Lingkungan Dan Izin Tambang NU. 2025. https://www.tempo.co/politik/kata-ketum-pbnu-soal-wahabi-lingkungan-dan-izin-tambang-nu-1804425.
Zaha, Fatimatuz. Wahabi Lingkungan: Ketika Wajah Wasathiyah NU Menjelma Jadi Alat Kolonialisasi Baru. 2025. https://gusdurian.net/2025/07/08/wahabi-lingkungan-ketika-wajah-wasathiyah-nu-menjelma-jadi-alat-kolonialisasi-baru/.
Zulfah, Indana. Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Menyoroti Krisis Lingkungan Yang Makin Parah 2025. 2025. https://portalhukum.id/opini-hukum/walhi-wahana-lingkungan-hidup-indonesia-menyoroti-krisis-lingkungan-yang-makin-parah-2025/.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mursalat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

























