Spiritualitas di Era Digital: Pengaruh Teknologi terhadap Pengalaman Keagamaan Masyarakat Perspektif Filsafat
DOI:
https://doi.org/10.63875/nahnu.v1i2.27Keywords:
Teknologi Digital, Pengalaman Keagamaan, Filsafat, Implikasi Etika, SpiritualitasAbstract
This research explores the impact of digital technology on religious experience and its reflection from a philosophical perspective by focusing its analysis on changes in the interpretation and religious experience of the community in the digital era. The research objectives are to identify ethical implications, understand the dynamics of changing religious values, and explore opportunities for spirituality in the digital world. The research methodology combines a qualitative approach to analyzing philosophical concepts with a literature review on the role of technology in religious life. The theoretical perspective includes the concepts of freedom, ethics, and transcendence. The research findings illustrate a significant shift in religious interpretation and practice, with ethical challenges related to the use of technology. Research recommendations detail how to ethically integrate technology into the religious experience and raise important questions for philosophical reflection in this digital age. This study provides valuable insights for researchers, religious practitioners, and those interested in the complex interactions between technology and spirituality.
Penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi dampak teknologi digital terhadap pengalaman keagamaan dan refleksinya dalam perspektif filsafat, dengan memfokuskan analisanya terhadap perubahan dalam interpretasi dan pengalaman keagamaan masyarakat di era digital. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi implikasi etika, memahami dinamika perubahan nilai keagamaan, dan mengeksplorasi peluang spiritualitas dalam dunia digital. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder, khususnya yang bersumber dari kepustakaan. Perspektif teori yang digunakan mencakup teori kebebasan, teori etika, dan transenden. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran signifikan dalam interpretasi dan praktik keagamaan masyarakat saat ini akibat masifnya penggunaan dan perkembangan teknologi mutakhir. Kontribusi besar penelitian ada pada analisa kritis terkait bagaimana mengintegrasikan teknologi secara etis dalam pengalaman keagamaan, sehingga membuat pada pengguna menjadi lebih bijak dan cerdas. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi peneliti, praktisi keagamaan, dan mereka yang tertarik pada isu-isu terkini seputar interaksi kompleks antara teknologi dan dimensi spiritualitas agama.
References
Adian, Donny Gahral. Pengantar Fenomenologi. Penerbit Koekoesan, 2016. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=h1rbDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=fenomenologi+&ots=sFWsYXY1Um&sig=4N6dxyFh2S4rPFSl7HT0Vb47QtU.
Adian, Dony Gahral. Percik Pemikiran Kontemporer. I. 1. Yogyakarta: Jalasutra, 2002.
Ahimsa-Putra, Heddy Shri. ‘Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi Untuk Memahami Agama’. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 20, no. 2 (2012): 271–304.
Alif, Muhammad. ‘Eksistensi Tuhan dan Problem Epistemologi dalam Filsafat Agama’. Aqlania 12, no. 2 (31 December 2021): 209. https://doi.org/10.32678/aqlania.v12i2.2108.
Anwar, Muhammad Khoirul, Fathul Fahmi, and Abdillah Yusron. ‘Dimensi Pluralisme Agama dalam Islam Perspektif Pemikiran Abdullah Saaed; Sebuah Analisa Teks Kontekstual’. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies 1, no. 1 (2023).
Bingaman, Kirk A. ‘Religion in the Digital Age: An Irreversible Process’. Religions 14, no. 1 (January 2023): 108. https://doi.org/10.3390/rel14010108.
Boellstorff, Tom. ‘For Whom the Ontology Turns: Theorizing the Digital Real’. Current Anthropology 57, no. 4 (2016): 387–407.
Bustanuddin, Agus. Agama Dalam Kehidupan Manusia, Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.
Campbell, Heidi. ‘Religious Communication and Technology’. Annals of the International Communication Association 41 (11 September 2017): 1–7. https://doi.org/10.1080/23808985.2017.1374200.
Danielson, Andrew J., Caroline Arbuckle MacLeod, Matthew J. Hamm, Gino Canlas, Ian E. Randall, Diana K. Moreiras Reynaga, Julian Weideman, and M. Willis Monroe. ‘Testing and Disrupting Ontologies: Using the Database of Religious History as a Pedagogical Tool’. Religions 13, no. 9 (29 August 2022): 793. https://doi.org/10.3390/rel13090793.
Dorobantu, Marius, and Fraser Watts. ‘Spiritual Intelligence: Processing Different Information Or Processing Information Differently?: With Finley I. Lawson, “The Science and Religion Forum Discuss Information and Reality: Questions for Religions and Science”; Niels Henrik Gregersen, “‘The God with Clay’: The Idea of Deep Incarnation and the Informational Universe,” Michael Burdett and King‐Ho Leung, “The Machine in the Ghost: Transhumanism and the Ontology of Information”; Marius Dorobantu and Fraser Watts, “Spiritual Intelligence: Processing Different Information or Processing Information Differently ?”; Matthew Kuan Johnson and Rachel Siow Robertson, “A Co‐Liberatory Framework for Big Data”; Peter M. Phillips, “Digital Theology and a Potential Theological Approach to a Metaphysics of Information”; and Andrew Jackson, “Peacocke Prize Essay—Towards an Eastern Orthodox Contemplation of Evolution: Maximus the Confessor’s Vision of the Phylogenetic Logoi.”’ Zygon® 58, no. 3 (September 2023): 732–48. https://doi.org/10.1111/zygo.12884.
Drianus, Oktarizal. ‘Manusia di Era Kebudayaan Digital: Interpretasi Ontologis Martin Heidegger’ 9, no. 2 (2018).
Elvinaro, Qintannajmia, Dede Syarif, and Jajang A Rohmana. ‘Sakralitas Virtual: Makna Sakral Dalam Ibadah Salat Jumat Virtual Di Indonesia’. Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi 6, no. 2 (2 July 2022): 150. https://doi.org/10.24198/jsg.v6i2.38890.
Gaol, Rumondang Lumban, and Resmi Hutasoit. ‘Media Sosial Sebagai Ruang Sakral: Gereja Yang Bertransformasi Bagi Perkembangan Spiritualitas Generasi Z Dalam Era Digital’. KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 1 (2021): 146–72.
Handayani, Sri Ana. ‘Humaniora dan Era Disrupsi Teknologi dalam Konteks Historis’. In Humaniora dan Era Disrupsi, 1:12. Jember: FIB Universitas Jember, 2020.
Harari, Yuval Noah. Homo Deus: A Brief History of Tomorrow. HarperCollins, 2017.
———. Sapiens: A Brief History of Humankind. Harper Collins, 2015.
Hardiman, F. Budi. Aku Klik Maka Aku Ada: Manusia dalam Revolusi Digital. PT Kanisius, n.d.
———. ‘Manusia Dalam Prahara Revolusi Digital’. Diskursus-Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara 17, no. 2 (2018): 177–92.
Iswandi, Syahputra, and Hanny Hafiar. ‘Activities of Netizens on Social Media and Religious Spirituality of Indonesian Millennials in the Era of New Media’. International Journal of Religion & Spirituality in Society 9, no. 1 (2019).
Jayana, Thoriq Aziz. ‘Relasi Sains, Budaya, dan Agama Upaya Pendekatan Paradigma yang Menyatukan’. Jurnal Al-Maiyah 11, no. 1 (2018): 18.
Junaedi, Mahfudz. ‘Mengkritisi Tipologi Hubungan Sains Dan Agama Ian G. Barbour’. Manarul Qur’an: Jurnal Ilmiah Studi Islam 18 (1 December 2018): 36–63. https://doi.org/10.32699/mq.v18i2.939.
Kholiq, Abd. ‘Peran Etika Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Era Teknologi’. Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (23 August 2023): 86–91. https://doi.org/10.56854/sasana.v2i1.217.
‘Komunitas Virtual Keagamaan: Pendisiplinan Beragama Di ERA DIGITAL | Seminar IQRA’. Accessed 6 October 2023. https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/iqra/article/view/5048.
Lasmawan, I Wayan. ‘Era Disrupsi dan Implikasinya Bagi Reposisi Makna dan Praktek Pendidikan; Kaji Petik dalam Perspektif Elektik Sosial Analisis’. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1, no. 1 (9 May 2019): 54–65. https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v1i1.13.
Lin, Hsueh-Foo, and Jun-Ming Liang. ‘Event-Based Ontology Design for Retrieving Digital Archives on Human Religious Self-Help Consulting’. In 2005 IEEE International Conference on E-Technology, e-Commerce and e-Service, 522–27. IEEE, 2005. https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/1402352/.
Mustafa, Esra Ahmed Abdulhalim. ‘The Thirst for Islamic Knowledge in the Digital Era’. Digital Muslim Review 1, no. 1 (2023).
Pratama, Bayu Indra. Etnografi Dunia Maya Internet. Universitas Brawijaya Press, 2017.
Rakhmani, Inaya, and Ariane Utomo. ‘Spiritually Surviving Precarious Times: Millennials in Jakarta, Indonesia’. Critical Asian Studies, 2023, 1–20. https://doi.org/10.1080/14672715.2023.2260382.
Rustandi, L Rudy. ‘Disrupsi Nilai Keagamaan dan Komodifikasi Agama di Era Digital’ 3, no. 1 (2020): 12.
Sumardi, Dedy. ‘Islam, Pluralisme Hukum dan Refleksi Masyarakat Homogen’ 50 (2016).
Tsoraya, Nurul Dwi, Masduki Asbari, and Ardini Pratiwi. ‘Revolusi Digital: Meningkatkan Relasi, Mengurangi Intensi’. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan 1, no. 01 (2023): 34–38.
Wahyudi, Hendro Setyo, and Mita Puspita Sukmasari. ‘Teknologi dan Kehidupan Masyarakat’. Jurnal Analisa Sosiologi 3, no. 1 (17 January 2018). https://doi.org/10.20961/jas.v3i1.17444.
Zaenuddin, Ali. ‘Fenomena Beragama di Era Disrupsi, Post-Truth Society dan Komoditas Simbolik’. KOMPASIANA, 23 June 2020. https://www.kompasiana.com/alizaenuddin_/5ef2275b097f3620e50dafd2/fenomena-beragama-di-era-disrupsi-post-truth-society-dan-komoditas-simbolik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Hero Gefthi Firnando

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

























