Istinbathh Method Analysis of Nahdlatul Ulama in Determining Islamic Law in Indonesia

Authors

  • Doni Azhari Universitas Islam Indonesia
  • Asmuni Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63875/nahnu.v1i2.28

Keywords:

Nahdlatul Ulama, Istinbath Method, Indonesian Islamic Law

Abstract

Lajnah Bahtsul Masa’il is used in Nahdlatul Ulama's Istinbathh procedure to determine Islamic law in Indonesia. Starting with the qauli approach, they directly reference the writings of the four madhhabs or their successors. There is also the manhaji approach, which combines a maqashidi approach with collective ijtihad. These three approaches make it possible to create rules adaptable to social and cultural developments in Indonesia while maintaining the core principles of Islamic law's universality. The Istinbathh technique of Nahdlatul Ulama is crucial in adapting to Indonesian society's dynamics and fostering harmony between traditional Islamic teachings and modern advancements.

Lajnah Bahtsul Masa’il digunakan dalam prosedur Istinbathh Nahdlatul Ulama untuk menentukan hukum Islam di Indonesia. Lajnah ini mengacu pada empat mazhab saat membahas topik-topik keagamaan. Dimulai dengan pendekatan qauli, mereka membuat referensi langsung ke tulisan-tulisan dari empat mazhab atau penerusnya. Jika tidak ada sudut pandang yang jelas, mereka menggunakan pendekatan ilhaqiy, membandingkan penilaian masalah baru dengan yang sebanding dengan cara merujuk pada sumber-sumber kredibel (mutabar) dan mengutip sudut pandang yang sudah ada sebelumnya. Ada juga pendekatan manhaji, yang menggabungkan pendekatan maqashidi dengan ijtihad kolektif. Ketiga pendekatan ini memungkinkan terciptanya aturan-aturan yang dapat beradaptasi dengan perkembangan sosial dan budaya di Indonesia dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip utama universalitas hukum Islam. Teknik Istinbathh Nahdlatul Ulama sangat penting, karena dengannya keberadaan hukum Islam dapat beradaptasi dan menjalin keselarasan dengan perkembangan dan kemajuan zaman yang ada di tengah masyarakat secara menyeluruh.

References

Ahmad Munjin Nasih, Op.Cit (n.d.).

Al-Shaukany, Muhammad ibn ‘Aly ibn Muhammad. Irshad al Fuhul. kairo: Beirut: Dar Al-Fikir, 1992.

Handbook of Qualitative Research. Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks, CA, US: Sage Publications, Inc, 1994.

‘Kalangan Dalam NU Yang Sering Memberikan Kritik Terhadap Keberadaan Bahtsul Masail Diantaranya Adalah KH. Husen Muhammad, KH. Sahal Mahfudz, KH. Masdar Fadrid Mas’udi, Abd. Muqsid Ghazali Dan Lain-Lain’, n.d.

‘Keyakinan Ini Seperti Disampaikan Oleh Abdul Manan, Ketua Lajnah Bahtsul Masail Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Dalam Sebuah Wawancara Tanggal 20 Juli 2009’, n.d.

Khaidar, M. Ali. Nahdlatul Ulama Dan Islam Di Indonesia, Pendekatan Fiqh Dalam Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1994.

Mahfudz, Sahal. Bahtsul Masail Dan Istinbath Hukum NU: Sebuah Catatan Pendek, Dalam Kritik Nalar Fiqih NU. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Masyhuri, Aziz. Hasil Muktamar Dan Munas Ulama NU Tahun 1926-1994. Surabaya: Dinamika Press, 1997.

———. Masalah Keagamaan: Hasil Muktamar Dan Munas Ulama NU, (Ke Satu-1926 s/d Kedua Puluh Sembilan 1994). Surabaya: Dinamika Press, 1997.

Muhammad, Husen. Tradisi Istinbath Hukum NU: Sebuah Kritik, Dalam Kritik Nalar Fiqih NU. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Muhisn. ‘Pemikiran Hukum Nahdlatul Ulama’. Universitas Islam Nusantara, 2019.

Muhisn, Op.Cit. (n.d.).

Mursyidi, A F, and Abd Hannan. ‘Nahdlatul Ulama, Pesantren, and Their Contribution to Strengthening National and State Buildings in Indonesia’. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies 1, no. 1 (2023).

Muzadi, Abdul Muchith. Mengenal Nahdlatul Ulama, Cetakan IV. Surabaya: Khalista, 2006.

Nasih, Ahmad Munjin. ‘Bahtsul Masail Dan Problematikanya Di Kalangan Masyarakat Muslim Tradisional’. Al-Qonun 12, no. 1 (2009): 107.

‘No Title’, n.d.

Salman, O. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. Edited by Alumni. Bandung, 1993.

Suaidi, Suaidi. ‘Historiografi Perkembangan Keragaman Hukum Islam; Dari Era Rasulullah Ke Fikih Mazhab’. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies 1, no. 1 (2023).

Syaltut, M. Al-Islam Aqidah Wa Syari’ah. kairo: Dar al-Syuruq, 2001.

UII, Tim Penulis. Pribumisasi Hukum Islam. Yogyakarta: Kaukaba, 2012.

Ummah, Fiena Saadatul. ‘Modernisasi Pendidikan melalui Implementasi Manajemen Mutu di Kalangan Pesantren Nahdlatul Ulama di Madura’. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies 1, no. 1 (2023).

Yahya, Imam. Akar Sejarah Bahtsul Masail: Penjelajahan Singkat, M. Imdadun Rahmat, Kritik Nalar Fiqh NU, Transformasi Paradigma Bahtsul Masail. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Downloads

Published

2023-12-19

Issue

Section

Articles