Kontribusi Nahdlatul Ulama terhadap Eksistensi Pendidikan di Indonesia 1929-1973
DOI:
https://doi.org/10.63875/nahnu.v2i1.37Keywords:
Nahdlatul Ulama(NU), Tradisi Lokal, Walisongo, Pesantren, Ritual Keagamaan.Abstract
This research is motivated by the assumption that Nahdlatul Ulama is an organization that is not concerned with education. Whereas several contributions have been made by Nahdlatul Ulama in participating in advancing national education in Indonesia. This research proves the contribution of Nahdlatul Ulama to the current national education structure. For this reason, the method used is the historical research method and the method for collecting data with document studies, literature studies, and observation,. This study uses Anthony Giddens' structuration theory of agent, agency, structure, and duality of structure. This research produces evidence that the birth of the Joint Decree of Three Ministers is one part of the effort to recognize Islamic education by the state by accommodating existing madrasas for the pioneers of Nahdlatul Ulama figures as agents of change from the existing structure.
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya adanya anggapan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang tidak konsen terhadap Pendidikan. Padahal terdapat beberapa kontribusi yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama dalam ikut serta memajukan Pendidikan nasional di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dan metode untuk mengumpulkan data dengan studi dokumen, studi literatur, observasi,. Studi ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens tentang agen, agensi, struktur, dan dualitas struktur. Penelitian ini menghasilkan satu bukti bahwa lahirnya Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri merupakan salah satu bagian dari upaya diakuinya Pendidikan Islam oleh negara dengan mengakomodir madrasah yang ada atas pelopor para tokoh Nahdlatul Ulama sebagai agen perubahan dari struktur yang ada.
References
Abdullah, A. Fatikhul Amin. “Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama: Universitas Islam Malang Tahun 1981-2010.” Universitas Indonesia, 2021.
———. “Ritual Agama Islam Di Indonesia Dalam Bingkai Budaya.” In Seminar Nasional Islam Moderat, 1–11. Jombang: Unwaha Jombang, 2018. https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/asdanu/article/view/231/195.
———. SEJARAH: Apa, Bagaimana, Dan Kenapa?(Perspektif Masa Kini). Pamekasan: IAIN Madura Press, 2019. http://repository.iainmadura.ac.id/297/.
———. Sepak Terjang Agama Muhammad: Dari Jazirah Arab Hingga Negeriku. Pamekasan: IAIN Madura Press, 2022. http://repository.iainmadura.ac.id/736/.
Abdullah, A. Fatikhul Amin dan Muhammad Hadiatur Rahman. “Penafsiran Teks Agama Menentukan Kedudukan Perempuan.” Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) 3, no. 1 (2021): 60–70. https://doi.org/https://doi.org/10.33474/jas.v3i1.10946.
Achidsti, Sayfa Aulia. Kiai Dan Pembangunan Institusi Sosial. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2015.
Aziz DY, Aceng Abdul. Dkk. Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah: Sejarah, Pemikiran, Dan Dinamika NU Di Indonesia. Jakarta: LP Ma’arif NU, 2015.
Erdianto, Kristian. “Cara NU Menjaga Nilai-Nilai Islam Melalui Jalan Kebudayaan.” Kompas, 2017.
Fealy, Greg dan Greg Barton. Tradisionalisme Radikal. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara. Yogyakarta: LKiS, 1997.
Geertz, Clifford. Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi Dalam Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu, 2014.
———. The Interpretation of Culture. New York: Basic Book, 1970.
Gidden, Anthony. Teori Strukturasi: Dasar-Dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2010.
———. “The Constitution of Society: Outline of The Theory of Structuration.” In Practicing History, edited by Gabrielle M Spiegel. New York: Routledge, 2005.
Iskandar, Mohammad. Para Pengemban Amanah: Pergulatan Pemikiran Kiai Dan Ulama Di Jawa Barat 1900-1950. Yogyakarta: Mata Bangsa, 2001.
———. Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia Jilid 3. Institusi Dan Gerakan. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.
Junaidi, Arifin. “Islam Nusantara Adalah Kita. Dalam Islam Nusantara: Meluruskan Kesalahpahaman.” Jakarta: LP Ma’arif NU, 2015.
Kasdi, Aminuddin. Kepurbakalaan Sunan Giri. Surabaya: Unesa University Press, 2008.
Kuntowijoyo. Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia. Yogyakarta: Sholahudin Press dan Pustaka Pelajar, 1994.
Muslih, Hanif. Kesahihan Dalil Tahlil. Surabaya: Santri, 1997.
Noer, Deliar. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. 8th ed. Jakarta: LP3ES, 1996.
Padiatra, Aditia Muara. Ilmu Sejarah Metode Dan Praktik. Gresik: CV Jendela Sastra Indonesia Press, 2020.
Rubaidi. Radikalisme Islam. Nahdlatul Ulama Dan Masa Depan Moderatisme Islam Di Indonesia. Surabaya: PWNU Jatim, 2007.
Siroj, Said Aqil. Urgensi Kajian Islam Nusantara. Dalam Islam Nusantara: Meluruskan Kesalahpahaman. Jakarta: LP Ma’arif NU, 2015.
Sutiyono. Benturan Budaya Islam: Puritan Dan Sinkretis. Jakarta: Kompas, 2010.
Wahid, Abdurrahman. Pemikiran Awal: Pribumisasi Islam Dalam Islam Nusantara: Meluruskan Kesalahpahaman. Jakarta: LP Ma’arif NU, 2015.
Yusqi, Isom. “Islam Nusantara Bukan Agama Baru.” In Islam Nusantara Meluruskan Kesalahpahaman. Jakarta: LP Ma’arif NU, 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 A. Fatikhul Amin Abdullah , Mohammad Iskandar, Muhammad Hadiatur Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

























