Faktor Pendorong Nahdlatul Ulama dalam Mengadopsi Konsep Demokrasi Terpimpin dari Presiden Soekarno (1959-1965)
DOI:
https://doi.org/10.63875/nahnu.v2i2.48Keywords:
Historiografi Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Nahdlatul Ulama, NasakomAbstract
The political and social dynamics in Indonesia continued to change during the old order which encouraged Nahdlatul Ulama (NU) to adopt the concept introduced by President Soekarno, namely guided democracy. Guided democracy in Indonesia occurred from 1959 to 1966, which placed all government power in the hands of President Sukarno. The aim of this research is to dig deeper into the reasons why NU adopted the concept of guided democracy. The methodology used in this research is a qualitative approach equipped with historical methods and political analysis methods. The findings of this research show that there are two factors that encouraged NU to adopt guided democracy, namely: (1) Overcoming threats from the Indonesian Communist Party in the Soekarno government, and; (2) Maintaining and expanding the position of Nahdlatul Ulama (NU) in politics and the Soekarno government.
Dinamika politik dan sosial di Indonesia yang terus berubah pada masa orde lama mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengadopsi konsep yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno, yaitu demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin di Indonesia terjadi pada tahun 1959 hingga 1966, yang menempatkan seluruh kekuasaan pemerintah di tangan Presiden Sukarno. Tujuan penelitian ini adalah menggali lebih dalam mengenai alasan NU mengadopsi konsep demokrasi terpimpin. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dilengkapi dengan metode sejarah dan metode analisis politik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mendorong NU untuk mengadopsi demokrasi terpimpin, yaitu: (1) Menanggulangi ancaman dari Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam pemerintah Soekarno, serta; (2) Mempertahankan dan memperluas posisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam politik dan Pemerintah Soekarno.
References
Achmad, Mukafi Niam. Fragmen-Fragmen Muktamar NU Dari Era Kolonial Hingga Milenial. Jakarta: Numedia Digital Indonesia, 2021.
Adlin. Metode Penelitian Sosial. Pekanbaru: Alaf Riau, 2013.
Alfian. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1978.
Alim, Suryawan Andian. “Peran Politik Idham Chalid Dalam Nahdlatul Ulama Tahun 1956-1984.” Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol. 4, no. 7 (2019): 1–14. https://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/ilmu-sejarah/article/view/16591.
Anam, Choirul. Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlatul Ulama. Surabaya: Jayatu, 1985.
Arifin, Moh Arif. “Idham Chalid Dan Perannya Pada Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1966 M.” Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2022.
Creswell, John W. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating; Quantitative and Qualitative Research. Boston, USA: Pearson, 2012.
Damm, Muhammad R. “The (Trans)Formation of Religious Capital in Indonesian Politics During New Order Era: A Case Study of Nahdlatul Ulama.” Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol. 8, no. 2 (2018): 154–57. https://doi.org/10.14203/jissh.v8i2.96.
Fealy, Greg. Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967. Yogyakarta: Pusat Kajian Islam dan Transformasi Sosial, 2009.
Gorman, Jonathan. Understanding History" An Introduction to Analytical Philosophy of History. Ottawa, Canada: University of Ottawa Press, 1992.
Hanapiah, Pipin. Analisis Politik. Bandung: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, 2001.
Heidhues, Mary Somers. “The 1965-66 Elimination of Indonesian Communists: Two Recent Re-Readings.” Archipel Vol. 101, no. 1 (2021): 255–58. https://doi.org/10.4000/archipel.2460.
Hidayat, Asep Achmad, Andri Nurjaman, Jafar Ahmad, Doli Witro, & Raid Alghani. “Nahdlatul Ulama in Facing the Guided Democracy 1959-1965: An Overview of Social and Political Factors.” Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 20, no. 2 (2022): 567–98. https://doi.org/10.31291/jlka.v20i2.1069.
Hidayat, Rina Andriani. “The Existence of The Nahdlatul Ulama Party in The Guided Democracy Era.” Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 3, no. 1 (2022): 1–21. https://doi.org/10.35672/jnus.v3i1.1-21.
Indrajat, Himawan. “Demokrasi Terpimpin: Sebuah Konsepsi Pemikiran Soekarno Tentang Demokrasi.” Jurnal Sosiologi Vol. 18, no. 1 (2014): 53–62.
Jainuddin. “Islam Dan Politik Orde Lama: Dinamika Politik Islam Pasca Kolonial Sejak Kemerdekaan Sampai Akhir Kekuasaan Soekarno.” SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum Vol. 3, no. 2 (2019): 225–43. https://doi.org/10.52266/sangaji.v3i2.470.
Junaedi, Anjar. “Perilaku Politik Nadhlatul Ulama (NU) Pada Tahun 1952-1965.” Skripsi. Universitas Negeri Sunan Kalijaga, 2005.
Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodelogi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992.
Kuntowijoyo. Pengantar Imu Sejarah. Sleman: Tiara Wacana, 2018.
Kusumastuti, Adhi, & Admad Mustamil Khoiron. Metode Penelitian Kualitatif. Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo, 2019.
Lune, Howard, & Bruce Lawrence Berg. Methods for the Social Sciences Global Edition. Harlow, UK: Pearson, 2017.
Mietzner, Marcus, & Burhanuddin Muhtadi. “The Myth of Pluralism: Nahdlatul Ulama and the Politics of Religious Tolerance in Indonesia.” Contemporary Southeast Asia Vol. 42, no. 1 (2020): 58–84. https://doi.org/10.1355/cs42-1c.
Muhammad. “Nahdlatul Ulama Dan Perubahan Budaya Politik Di Indonesia.” El-Harakah Vol. 12, no. 1 (2010): 57–65. https://fahum.umsu.ac.id/budaya-politik-di-indonesia/.
Pardiyo. “Dewan Nasional: Suatu Badan Penasehat Pemerintah 1957-1959.” Skripsi. Universitas Indonesia, 1989.
Pribadi, Toto, Ali Muhyidin, & Susanti. Pendekatan Analisis Sistem Politik. Jakarta: Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, 2017.
Ricklefs, Marle Calvin. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2001.
Sigit Parikeset & Soekarno. Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1. Jakarta: Banana Books, 2016.
Sitompul, Einar Martahan. NU dan Pancasila. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1989. https://difarepositories.uin-suka.ac.id/320/1/NU dan Pancasila.pdf.
Sultana, Tasneem. “The Evolution of Democracy through the Ages: Focus on the European Experience.” Journal of European Studies Vol. 28, no. January 2012 (2012): 27–50. https://www.researchgate.net/publication/328576959.
Thohari, Muhammad. “K.H. Abdul Wahab Hasbullah: Kiprahnya Dalam Percaturan Politik Nasional Pada Masa Demokrasi Terpimpin 1957-1965.” Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2004.
Zamharir, Hari, TB Massa Dja’far, Sahruddin Lubis, and Siti Sadiyatunnimah. “Elite Deliberation as Deliberative Democracy: Experience of Walisongo and Nahdlatul Ulama in Indonesia.” Journal of Social Political Sciences Vol. 1, no. 4 (2020): 285–97.
Zuhri, Saifuddin. Autobiografi KH. Saifuddin Zuhri: Berangkat Dari Pesantren. Jakarta: Yayasan Saifuddin Zuhri, 1984.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ardi Tri Yuwono, Mustafa Basara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

























