Religious Moderation Representation on Nu Online Instagram Account; Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis
DOI:
https://doi.org/10.63875/nahnu.v2i2.55Keywords:
Religious Moderation, Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis, Instagram Nu OnlineAbstract
The present research employs a descriptive qualitative approach to analyze religious moderation in the content of the Instagram account @nuonline_id. The research data consists of four posts that contain elements of religious moderation, focusing on national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of tradition. The theoretical approach used is Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis, which allows the researcher to explore the ideologies and values embedded in the texts. The research findings highlight four aspects of religious moderation: national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of tradition. This study concludes that @nuonline_id serves as a source of information and a catalyst for positive change in society by emphasizing the values of moderation in religious practice. The recommendations of this study include the need for further research on the role of social media in promoting the values of religious moderation in Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis moderasi beragama dalam konten Instagram @nuonline_id. Data penelitian terdiri dari empat postingan yang mengandung unsur moderasi beragama, dengan fokus pada komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan tradisi. Pendekatan teori yang digunakan adalah analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menyoroti empat aspek moderasi beragama yaitu komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa @nuonline_id berfungsi sebagai sumber informasi dan katalis perubahan positif dalam masyarakat dengan menekankan nilai-nilai moderasi dalam praktik beragama. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya studi lebih lanjut tentang peran media sosial dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia.
References
Abror, Mhd. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi: Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.” Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 143–55.
Afriyanto, Dwi, and Anatansyah Ayomi Anandari. “Agama Sebagai Inspirasi Perdamaian Dan Anti Kekerasan Pada Masyarakat Multikultural Perspektif Islam.” Religi: Jurnal Studi Agama-Agama 19, no. 1 (2023): 79–96.
Al-Ashfahani, A. R. Mu’jam Mufradat Alfazh Al-Qur’an. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2004.
Atqia, Wirani, and Muhammad Syaiful Riky Abdullah. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanaman Nilai Moderasi Agama Di Tengah Polemik Islamophobia.” TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan 5, no. 1 (2021): 65–77.
Aulia, Adinda Putri, Chairunnisa Lubis, Mhd Fadliq Ananta Sitepu, Zakiyah Khairani Pasaribu, and Fauzi Arif Lubis. “Peningkatan Moderasi Beragama Masyarakat Plural Dalam Bingkai Kebhinnekaan Di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat.” Academy of Education Journal 15, no. 1 (2024): 318–24.
Baedowi, Muhamad, and Muhamad Riza Chamadi. “Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa Di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.” INJIRE 1, no. 2 (2023): 191–200.
Dijk, Teun A Van. “Principles of Critical Discourse Analysis.” Discourse & Society 4, no. 2 (1993): 249–83.
Jaakkola, Maarit. “From Re-Viewers to Me-Viewers: The# Bookstagram Review Sphere on Instagram and the Uses of the Perceived Platform and Genre Affordances.” Interactions: Studies in Communication & Culture 10, no. 1–2 (2019): 91–110.
Mansur, Ali, and Deden Mula Saputra. “Analisis Wacana Nilai Moderasi Beragama: Kajian Ceramah Lisan Habib Husain Jafar AL-Hadar.” INSANI: Jurnal Ilmu Agama Dan Pendidikan 2, no. 1 (2024): 49–73.
Muchith, H M Saekan. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Moderasi Beragama. Yogyakarta: Nas Media Pustaka, 2023.
Prastyo, Tri Budi, and Hidayatul Fikra. “Analisis Wacana Islam Moderat: Kajian Tafsir Lisan Perspektif Gus Ahmad Bahauddin Nursalim.” Matan: Journal of Islam and Muslim Society 4, no. 1 (2022): 56–66.
Pratama, Sahrul Nizam, Siti Asifa Rahayu, Syafira Nadya Fii Sabilillah Lestari, Zumrotun Ni’mah, Nur Lailatul Ma’rifah, and Erwin Kusumastuti. “Peran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Moderasi Beragama Di Indonesia.” IJM: Indonesian Journal of Multidisciplinary 2, no. 5 (2024): 232–45.
Rojiati, Umi, Ocha Nasria Putri, Nandang Kusnandar, and Evy Septiana Rachman. “Bingkai Moderasi Beragama Pada Youtube Mui Lampung.” Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam 4, no. 1 (2022): 30–44.
Saifuddin, Lukman Hakim. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2014.
Santoso, Bobby Rachman, Lutfi Fatmasari, and Ahmad Nurcholis. “Strategi Dakwah Multimedia Nahdlatul Ulama Melalui Instagram @nuonline_id.” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 7, no. 1 (2021): 115–35.
Soraya, Serin Himatus, and Wahyu Tri Wibowo. “Construction of Public Opinion about Religious Moderation on NU Online Instagram Accounts (@nuonline_id).” KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 15, no. 1 (2021): 111–23.
Sunarno, Ali, Asep Ikbal, and Lala Indrawati. “Upaya Meminimalisir Kasus Intoleransi Dalam Pendirian Tempat Ibadah Demi Terciptanya Kohesi Sosial Pada Masyarakat Multikultural Di Kalimantan Tengah.” Jurnal Paris Langkis 3, no. 2 (2023): 93–100.
Waruwu, Dermawan, Made Nyandra, and Ni Made Diana Erfiani. “Pemberdayaan Modal Sosial Sebagai Model Pencegahan Radikalisme Untuk Menciptakan Harmoni Sosial Di Bali.” Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) 10, no. 2 (2020): 515–36.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhamad Saiful Mukminin, Labiq Yafuz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

























